Sosiologi
berasal dari bahasa latin "Socius" yang berarti kawan atau teman, dan
"Logos" yang berarti ilmu pengetahuan. Menurut Horton dan Hunt yang
dikutip oleh Dwi Narwoko (2004: 2), sosiologi pada hakekatnya bukanlah
semata-mata ilmu murni yang hanya mengembangkan ilmu pengetahuan secara
abstrak demi usaha meningkatkan kualitas ilmu itu sendiri, namun
sosiologi bisa menjadi ilmu terapan yang menyajikan cara-cara untuk
mempergunakan pengetahuan ilmiahnya guna memecahkan masalah praktis atau
masalah sosial yang perlu ditanganinya.
Sosiologi
adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial, proses sosial, termasuk
perubahan-perubahan sosial dan masalah-masalah sosial (Soekanto, 2006:
17). Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soekardi seperti
yang dikutip Soerjono Soekanto (2006: 18, mendefinisikan sosiologi
adalah ilmu masyarakat yang mempelajari struktur sosial dan proses
sosial termasuk perubahan-perubahan sosial.
Dari
beberapa pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sosiologi
merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat dan aspek-aspek
kehidupan dalam masyarakat guna memecahkan masalah-masalah sosial yang
ada. Sosiologi merupakan sebuah ilmu sosial yang objeknya adalah
masyarakat. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri,
karena telah memenuhi segenap unsur-unsur ilmu pengetahuan. Ciri-ciri
utamanya adalah sebagai berikut yaitu:
1. Sosiologi bersifat empiris -> ilmu pengetahuan yang didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat.
2.Sosiologi
bersifat teoretis -> ilmu pengetahuan yang selalu berusaha menyusun
abstraksi dari hasil observasi. Abstraksi tersebut merupakan kerangka
unsur-unsur yang tersusun secara logis bertujuan untuk menjelaskan
hubungan-hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.
3.
Sosiologi bersifat kumulatif -> Teori-teori sosiologi dibentuk atas
dasar teori-teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki, memperluas dan
memperhalus teori yang lama.
4.
Sosiologi bersifat non etis -> Yang dipersoalkan bukan baik
buruknya fakta tertentu, tetapi tujuannya untuk menjelaskan fakta
secara analitis (Soekanto, 2006: 13).
Daftar Pustaka:
Dwi Narwoko J. (2004). Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Prenada
Soerjono Soekanto. (2006). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

0 komentar:
Posting Komentar